Review Korean Drama My Golden Life Episode 1 (Part 1)

The rating for first episode is around 19%, lower than first episode of Laurel Three Tailors and Father is Strange which around 22% (cr: Netizentown trans). Still ttheres some people wondered why this drama can gain such rating despite the actor scandal. And the other people will answer, its KBS weekend drama, no wonder then. So this is me, maybe showing you whats this scriptwriternim difference from the others. This drama just reminds me a lot with My Daughter Seo Young that break 40% rating. Can you, guys (MGL family)? *forgivemyenglish

Seperti yang dibocorkan highlight teaser, penonton diperlihatkan Ji An yang mengubrek0ngubrek tempat sampah untuk mencari kaleng susu bekas. Begitu susah payah ia mendapatkannya karena sampai harus memasukkan pula hampir separuh badannya menggapai benda yang ternyata berada cukup dalam tertutup oleh kaleng minuman. Jelas orang yang lewat risih melihatnya, apalagi Ji An mengenakan rok hitam span yang sepenglihatan saya seperti orang kantoran.

Tambah ngenes waktu Ji An malah ketumpahan susu cair dari kaleng susu itu. Ada kotak susu yang masih ada isinya terbuang dalam kaleng susu yang ia ambil. Heol. Bukannya itu tempat sampah non-kertas?

Ji An diliatin nenek pemulung di sebelahnya dengan tatapan iuh? Itu susu kapan coba. Mungkin berbau.

Ji An langsung membersihkan roknya di kamar mandi. Untung cuma roknya yang kebasahan. Sayang nggak bisa ia cuci. Ia pun langsung membeli rok baru. Sesampainya di kantor ia malah dikejar satpam karena membawa kaleng bekas(?). Ji An tak peduli cepat berlari menghindar.

Ah...Ji An melakukannya demi membantu managernya yang lupa mengumpulkan bahan untuk kompetisi recycling putrinya. Saya nggak habis pikir. Ji An-ah...orang-orang kantor sampai menutup hidung saat ia masuk. Sungguh, ia melakukan apapun agar bisa diterima jadi pegawai tetap. Bukankah di tangan boslah hidup mereka (diterima atau tidak). Tak hanya mengambil kaleng, ia diminta secara halus mengecatnya dengan cat dasar. Sigh. Julukannnya 'selalu-yes' bahkan sudah terkenal di seluruh kantor. Teman-teman sesama pegawai magang menyindirnya yang membuat rendah derajat mereka. Meski Ji An melakukan apapun, tapi pasti juga Ji An diterima. 

Mendengarnya, Ji An hanya bisa menyemangati diri. Beginilah dia menjalani hidup dengan harga diri yang tak begitu ia masalahkan (bertolak belakang dengan Seo Young di drama SWnim sebelumnya). Mereka memang berbeda dalam menjalani hidup masing-masing. Ji An, darimana kau dapet semangat begini nak?

Btw akting Hye Sun tentang pura-pura semangat itu lumayan. 

Di tempat lain Ji Soo menjalani harinya dengan santai. Hingga sempat menunggu toko roti yang ia suka buka. Antri paling depan. Ia seolah melihat daftar roti. Entah yang sudah atau yang akan ia beli. Haha kok saya banget ya? Tapi biasanya nggak saya tulis sih. Paling-paling diinget aja 

Saat sampai di kasir, Ji Soo menanyakan rekan paman toko roti yang nggak terlihat. Ternyata dia punya urusan lain. Ji Soo jadi perhatian, mencemaskan paman roti yang akan sibuk tanpa seseorang yang membantunya. Hihi Ji Soo keasyikan dan tidak sadar ada antrian panjang di belakangnya. JI Soo sudah mau pulang sambil memakan rotinya kalau tidak ada ahjumma yang nyeletuk tanya isi roti di hadapannya. 

Tertebaklah alih-alih paman roti, malah Ji Soo yang menjawabnya. LOL. Paman roti melongo. Ji Soo bahkan bisa menyebut isi roti di sampingnya dan berlagak sales merekomendasikan roti lain, mmuji enak. Awwww saya udah bisa nebak JI Soo dengan kemampuannya ini bisa banget kerja nanti. 

Eh, nggak lama si ganteng Woo Hyuk lewat di depan toko roti dengan sepedanya. Ji Soo mengikutinya. Lagu soundtracknya bagus. Imut sama kayak yang nyanyi (nggak tahu siapa haha). Slow motion perjalanan mereka berakhir saat Woo Hyuk melihat Ji Soo dari spionnya. Ia mengayuh lebih cepat sampai di tempat tujuan. Berhasil diikuti Ji Soo yang tersenyum melulu dari tadi, mengikuti ke arah mana pandangan Woo Hyuk selama bersepeda. Ji Soo rupanya punya alasan mengambil tempat makan yang ada di sana. dari tempat kerja paruh waktunya. Jinmi Restaurant. Wkwkwk mungkin ia ketemu gara-gara kerjaannya itu.

Sayang, meski sudah ia coba mengajak ngobrol Woo Hyuk, Woo Hyuk justru menghiraukannya mengurus hal lain. Ow! Ji Soo ketangkep Woo Hyuk lagi merhatiin dia. Sampai akhirnya kesandung di pintu keluar. Yaelah.

Dan ta-da. Finally nengokin Do Kyung lagi presentasi bisnisnya. Bisnis bahan biologic yang mudah didaur ulang. Aih! Suka banget mah!!! Gelas dari jagung? Botol dari tebu? Kalau bisnis ini diterusin obrolannya di drama saya penasaran gimana haha. Cuma sayang, ternyata nggak semua orang suka. Termasuk ayah dan ibunya. Do Kyung sampai mau dijatuhin sama paman dan bibinya. Ckckck seperti biasa drama tentang chaebol dan alih kekuasaan.

Plus nggosipin keluarga bos chaebol di belakang ahahahaha. Do Kyung yang lagi jongkok benahin tali sepatu nggak sengaja nguping. Mana bilangin ibunya, Nyonya No nggak bisa jadi pewaris. Cuma dirinya sebagai wakil presdir yang nanti akan mewarisi kekayaan ayahnya. Tapi dia nggak tertarik sama wanita. Udah 33 tahun nggak nikah dan kencan. Padahal dia baik banget sama cewek. 

Do Kyung ngerasa nggak baik nguping terus, dia berdiri dan tersenyum menyapa ketiga pegawainya. Yang disapa tentu cuma bisa nunduk. Maluuuuuuu. 

Trus Do Kyung bicara sendiri setelah mereka keluar. harusnya dia membela diri dengan bilang rumr gay-nya nggak bener. Gubrak.

Nyonya No sendiri lagi siap siap saat ada surat anonim yang menyebutkan tahu tentang putrinya Eun Sook yang hilang 25 tahun lalu. Dulu Nyonya No sempet kecelakaan begitu tahu putrinya nggak ada di mobil. Lah. Udah di mobil tapi nggak ngecek putrinya udah masuk belum. Hmmmm.

Penglihatan terakhir putrinya katanya 10 tahun lalu. Nyonya No pesimis, mungkin hanya orang yang mau uang lagi. Jahat. 

Saya ngeliat sekretarisnya Nyonya No sekarang jadi inget sekretarisnya Sung Jae di My Daughter Seo Young. Bisa aja bermuka dua wkwk. Dasar drama.

Nyambung ke adegan ibu yang lain. Ibunya Seo Ji An. Ada ahjumma yang dateng ke rumah, nawarin diri mau maskerin Ibu. Kayaknya langganan nih sama Ibu. Meski demikian saya sudah curiga ada kaitannya sama surat anonim tadi. Bener aja. Ahjumma ini minta izin ke kamar mandi cuma mau ambil rambut dari sisir dan sikat gigi di sana. 

Nyonya No Young Hee (Na Young Hee yang main hihihi) lagi di pertemuan ibu-ibu sosialita. Ia mengahmpiri calon istri Do Kyung , Sora dan cerita kalau Do Kyung bentar lagi diangkat jadi wakil Presdiri setelah 2 tahun jadi kepala tim perencanaan. Calon besannya tentu senang. Nggak tahunya ada Nyonya perusahaan lain menghampiri juga. Eaaaa lucu banget sih nonton beginian. Berebut calon mantu. Nyonya No sampai heran denger pertanyaannya yang kurang lebih sama dengan Nyonya perusahaan lain itu. 

Oke. Dari percakapan Ibu, saya punya feeling dia lebih sayang Ji Soo. Ketika ditanya ahjumma sales pun dia bilang Ji Soo memang lebih mirip dirinya. Lembut juga sama sepertinya. Meski akan belanja yang ia tanya juga keinginan Ji Soo. Mau makan apa. Dia selalu merasa Ji Soo kurang berisi seperti orang stress, padahal nggak. Menurut tetangga mereka harusnya Ji An yang malah diberi perhatian. Ji An banting tulang ke sana kemari mencari uang, tak seperti Ji Soo yang ringan sekali hanya beerja paruh waktu dan makan roti setiap saat tak seperti orang lelah.

Ibu, saya kurang respect jadinya hahahaha. Bahkan meski Ji An bukan putri mereka kenapa ia begitu berbeda memperlakukannya.

Ayah beda. Ia merasa pekerjaan paruh waktunya di restoran sebagai pembersih juga tak cukup. Terlalu pendek dan terlalu sedikit upahnya. Padahal rekannya merasa apalagi yang dibutuhkan Ayah, pekerjaannya mudah dan anak-anaknya udah kerja semua. Ayah berujar panjang, dia ingin menyediakan sesuatu untuk keluarganya. Toh ia masih sehat. Ia tidak ingin cuma jadi penghabis makanan, walau yah kebanyakan orang tua sepertinya lebih memilih istirahat di rumah. 

SWnim selalu pro sama Ayah. Cuma di Twenty Again dia ambil antimainstream. Seorang Ayah malah digambarkan ngegemesin banget wkwkwkwk.

Dan saya akhirnya tahu kenapa Ayah begini. Istrinya saja mengeluh apa gunanya menikahi pria kaya di usia mudanya jika kemudian mereka bangkrut. Sigh. Ayah bahkan berbohong soal jadi manager? Ayah...

Siang itu ia pulang dengan keringat, tapi tetap membantu istrinya membawa belanjaan untuk makan malam. Tak ketinggalan tteokpoki kesukaan istrinya. Ibu seperti kasihan melihat suaminya bekerja keras?

Wuih, wuih, percakapan Ji Soo ma Ji An saya banget hahaha. Duh masa iya saya rekap semua.

Mulai dari Ji Soo yang nyindir Ji An yang mending ke rumah aja habis nyari kaleng di tempat sampah. Daripada duduk di sana minum bir. Katanya nggak punya uang tapi selalu beli bir tiap hari. Ji An balik nyindir, lha Ji Soo selalu beli roti juga. Jangan salah, ini usahanya buat diajarin cara bikin roti karena dia suka banget sama roti itu. Ji An nyuruh Ji Soo berhenti aja deh kalau sampai 3 bulan nggak digubris. Lebih baik ngelamar jadi perawat gigi sesuai lulusannya. Ji Soo menolak, ngapain ngelakuin yang nggak dia suka.

Kita bukan di posisi yang bisa ngelakuin apa yang kita inginkan. Dahsyat! Hayo ini cocok banget buat anak muda. Drama ini really!

Nggak cukup cuma ngumpulin uang sangu, uang buat hiudp juga. Ah, lupakan. Setidaknya kumpukan uang simpanan untuk bekal nikah. Ji Anah...you're so wifeable bikin iri banget sih.

Cinta itu cuma buat yang punya uang. Ji An ngenasihatin Ji Soo yang lebih baik nyerah aja dan nggak ngungkapin perasaannya buat mr. Sun (Woo Hyuk). Mana naskahnya? Yang Ji Soo catet buat ngutarain perasaannya. Awwwww Ji An terhibur dengan Ji Soo yang bahkan masih menyimpannya di saku. Dua kakak beradik ini. Karena mereka berbeda nyenengin banget ngeliatnya. Saling ngisi. Yang satu nggak merasa tersinggung sama sekali, yang satu meski menggurui tapi masih ada candaannya...

Ada yang menjepret kebersamaan mereka. 

Beralih ke ruang makan keluarga Choi. Sip. Ada Lee Da In (saya salah sebut di postingan sebelumnya, ibunya adalah aktris Kyun Mi Ri, bukan Lee Mi Kyung haha)

Ayah menyindir putranya yang sebenarnya diminta untuk menutupi kekurangan perusahaan malah muncul dengan project yang mengeluarkan dana cukup besar. Apalagi project yang benar-benar baru, bio produk meski mereka bekerja di bidang pakaian sejak lama. O.ow, Do Kyung bajkan nggak boleh nyebut kakeknya dengan sebutan kakek, tapi Kepala. Eh, dia cucu tiri? Ayah yang melihat istrinya melarang Do Kyung langsung melempar pandangan ke istrinya.

Giliran Seo Hyun yang ditanya Ibu dengan manis. Mengenai perjodohan juga. Usaha Seo Hyun haruslah sempurna memukau calon mertua. Hadeh. Topik ii nggak berhenti bahkan di meja makan. Nyonya No khawatir soal calon istri Do Kyung. Takut dia lari ke pria lain. 

Cukup. Ke makan malam keluarga Seo aja. 

Buat yang nonton, saya merinding. Detail amat ya. Sewaktu Ji Soo pulang, Ibu ngeluh bilang Ji Soo terlalu lama sampai dia harus memanaskan lagi supnya. Sedangkan pada Ji An dia bertanya kenapa Ji An pulang cepat. Kerasa bagnet bedanya. 

Dan Hyun Soo-yaaaaaaa manis banget dia di sini >.<

Sebagai anak bungsu, wajar sih dia bermanja-manja haha. Senyumnya nggak nguatin. Malam itu semua kumpul karena dibilangin Ayah. Pengumuman dia mau bekerja di Daejeon selama sebulan. Ehem. Ini tempat yang sama dengan yang disebut di My Daughter Seo Young. 

Btw saya suka Ji Soo ma Ji An kompak menentang eommanya dites demensia. Haha dasar celetukan Ji Hoo. Ini terkait sikat gigi mereka yang hilang. Mereka kan nggak tahu ada ahjumma yang ngambil. 

Bersambung...
Terlalu panjang untuk sekedar review tanpa pic. Lanjut My Golden Life Episode 1 part 2 aja. 

Artikel terkait

Comments